Lingkungan Hidup


Lingkungan Hidup dan Pelestarian Lingkungan Hidup

Mahluk hidup membutuhkan lingkungan tempat berinteraksi baik dengan unsur-unsur biotik maupun dengan unsur-unsur abiotik. Unsur-unsur biotik seperti mahluk hidup lain disekitar kita sedang unsur-unsur abiotik seperti benda-benda tak hidup di sekitar kita.

Pengertian Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar mahluk hidup yang meliputi lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang mempengaruhi perkembangan kehidupan mahluk hidup baik langsung maupun tidak langsung.
Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Contoh : Jika anda berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Unsur-unsur Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup tersusun dariberbagai unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu unsur biotik, unsur abiotik, dan unsur sosial budaya.
1. Unsur Biotik
Unsur biotik adalah unsur-unsur makhluk hidup atau benda yang dapat menunjukkan ciri-ciri kehidupan, seperti bernapas, memerlukan makanan, tumbuh, dan berkembang biak.
Unsur biotik terdiri atas manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.
Secara umum, unsur biotik meliputi produsen, konsumen, dan pengurai.
a. Produsen, yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri dari bahan anorganik sederhana. Produsen pada umumnya adalah tumbuhan hijau yang dapat membentuk bahanmakanan (zat organik) melalui fotosintesis.
b. Konsumen,yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri. Konsumen terdiri atas hewan dan manusia. Konsumen memperoleh makanan dari organisme lain, baik hewan maupun tumbuhan.
c. Pengurai atau perombak (dekomposer), yaitu organisme yang mampu menguraikan bahanorganik yang berasal dari organisme mati. Pengurai menyerap sebagian hasil penguraiantersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dapat dipakai oleh produsen.Pengurai terdiri atas bakteri dan jamur.
2. Unsur Abiotik
Unsur abiotik adalah unsur-unsur alam berupa benda mati yang dapat mendukung kehidupan makhluk hidup. Termasuk unsur abiotik adalah tanah, air, cuaca, angin, sinar matahari, dan berbagai bentuk bentang lahan.
3. Unsur sosial budaya
Unsur sosial budaya merupakan bentuk penggabungan antara cipta, rasa, dan karsa manusiayang disesuaikan atau dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam setempat. Termasuk unsur sosial budaya adalah adat istiadat serta berbagai hasil penemuan manusia dalammengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kerusakan Lingkungan Hidup

1. Kerusakan lingkungan akibat proses alam :
- Letusan gunung api.
- Gempa bumi.
- Erosi.
- Banjir.
- Tanah longsor.
- Badai atau angin topan
2. Kerusakan lingkungan akibat perbuatan manusia
- Penebangan hutan secara liar ( penggundulan hutan )
- Perburuan liar
- Merusak hutan bakau.
- Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
- Pembuangan sampah di sembarang tempat.
- Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
- Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Bentuk upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup adalah :

Pelestarian daratan

1. Reboisasi, yaitu berupa penanaman kembali tanaman terutama pada daerah-daerah perbukitan yang telah gundul.
2. Rehabilitasi lahan, yaitu pengembalian tingkat kesuburan tanah-tanah yang kritis dan tidak produktif.
3. Pengaturan tata guna lahan serta pola tata ruang wilayah sesuai dengan karakteristik dan peruntukan lahan.
4. Menjaga daerah resapan air (catchment area) diupayakan senantiasa hijau dengan cara ditanami oleh berbagai jenis tanaman keras sehingga dapat menyerap air dengan kuantitas yang banyak yang pada akhirnya dapat mencegah banjir, serta menjadi persediaan air tanah.
5. Pembuatan sengkedan (terasering) atau lorak mati bagi daerahdaerah pertanian yang memiliki kemiringan lahan curam yang rentan terhadap erosi.
6. Rotasi tanaman baik secara tumpangsari maupun tumpang gilir, agar unsur-unsur hara dan kandungan organik tanah tidak selamanya dikonsumsi oleh satu jenis tanaman.
7. Penanaman dan pemeliharaan hutan kota.

Pelestarian udara
1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita.
2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin.
3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer.

Pelestarian laut dan pantai
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Pelestarian flora dan fauna
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.

USAHA PENYELAMATAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI

Beberapa usaha penyelamatan atau pembaharuan sumber daya alam hayati antara lain :
a. Budi daya yaitu suatu cara meningkatkan jumlah dan kualitas makhluk hidup.
b. System tebang pilih yaitu suatu cara eksploitasi tanaman kayu dengan memilih tanaman yang bila ditebang tidak sangat berpengaruh terhadap ekosistem.
c. Peremajaan taanaman yaitu usaha mempertahankan atau meningkatkan hasil dengan mempersiapkan tanaman pengganti.
d. Reboisasi atau penghijauan yaitu suatu usaha untuk menanami lahan kosong atau tandus. Contoh menanam jambu mete atau jati di pegunungan kapur.
e. Penangkapan musiman yaitu dilakukannya penangkapan pada saat populasi dalam tingkat tinggi dan tidak pada saat kondisi yang dapat menyebabkan kepunahan. Contoh tidak berburu pada saat musim berkembang biak.
Kepunahan jenis hewan,tumbuhan dalam suatu ekosistem dapat terjadi karena perbuatan manusia. Beberapa tindakan manusia yang dapat merusak ekosistem sebagai berikut :
a. Perburuan dan penangkapan jenis hewan tertentu secara terus menerus akan menyebabkan kepunahan.
b. Penangkapan ikan atau udang secara terus menerus apalagi menggunakan bahan peledak, zat kimiawi maupun listrik karena cara tersebut akan mematikan mulai dari telur hingga dewasa dan dapat merusak lingkungan hidupnya.
c. Penebangan dan pembakaran hutan secara liar akan merusak dan menghilangkan berbagai jenis hewan, tumbuhan.

Penyebab kerusakan lingkungan

·  A. Faktor Alami
  1. Banjir Bandang adalah banjir pada daerah di permukaan rendah yang terjadi akibat hujan yang turun terus -menerus dan muncul tiba-tiba. Banjir bandang terjadi akibat penjenuhan air terhadap tanah atau wilayah tersebut berlangsung dengan cepat hingga tidak dapat diserap lagi.Air yang tergenang lalu terkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang lebih rendah
  2. Tanah longsor terjadi pada lahan dengan tingkat kemiringan lereng yang curam. kondisi tanah yang labil dengan vegetasi yang sedikit menyebabakan tanah menjadi mudah longsor.Curah hujan yang tinggi memicu terjadinnya tanah longsor.
  3. Gunung meletus adalah gunung yang mengeluarkan letusan lahar panas ,awan panas,debu panas dan material panas lainnya di sekitar wilayah itu.
B.Faktor Manusia
Faktor bertambahnya populasi penduduk memicu juga kerusakkan alam yang dahsyat. Dimana semua kebutuhan penduduk tergantung pada hasil kekayaan alam. Faktor manusia ini antara lain :
  1. Perburuan hewan yang membabi-buta sehingga terputusnya rantai makanan yang menyebabkan keseimbangan alam menjadi kacau tidak ada ujung pangkalnya.
  2. Kebakaran hutan diakibat dua faktor selain alam dikareanakan oleh kemarau panjang yang memicu kebakaran alam. Kebakaran hutan juga disebabkan ulah manusia yang melakukan aktivitas seperti pembukaan lahan dengan membakar hutan pada akhirnya terjadi polusi udara akibat kabut asap yang ditimbulkan sehingga banyak spesies binatang dan tumbuhan musnah.
  3. Penggundulan hutan ini adalah akibat manusia yang melakukan aktivitas penebangan hutan secara liar tanpa izin atau illegal dengan tanpa melakukan reboisasi kembali pada hutan tersebut.
  4. Penambangan adalah aktivitas manusia dalam menggali material alam yang berharga seperti bahan tambang besi,timah,emas dll. Penambangan secara liar tanpa perlakuan bijak akan memicu kerusakan alam juga.
  5. Limbah industri adalah hasil pengolahan pabrik yang tidak berguna. Limbah ini merupakan pemicu juga dalam kerusakan alam karena limbah itu berupa racun yang akan memusnahkan hewan,tumbuhan dan manusia juga. Dan dipastikan keseimbangan alam juga terganggu.
  6. Radiasi Nuklir adalah peristiwa pencemaran alam akibat meledak dan pecahnya partikel-partikel dari nuklir dari penyimpannya.

Komentar

Postingan Populer